Laptop, Notebook dan Netbook, barang yang satu ini bukan merupakan barang istimewa, Penjualan laptop setiap tahun meningkat pesat, bahkan sudah melewati angka penjualan PC Desktop. Kebutuhan masyarakat yang mobile, membutuhkan komputer jinjing yang ringan dan mudah dibwa kemana-mana. Harga Laptop yang cenderung terus menurun terutama kelas netbook yang diobral 2,5 - 3 jutaan. Para vendor seperti berlomba-lomba meluncurkan laptop baru dengan berbagai macam varian, konsumen akhirnya bingung untuk memilih yang sesuai untuk mereka. Nah, karena itulah, saya mencoba menyusun tips memilih dan membeli laptop ini.
Berikut ini hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan membeli laptop
1. Fungsi
Processsor merupakan otak sebuah laptop untuk melakukan proses komputasi. Jenis Processor paling mempengaruhi kemampuan dan tentu saja faktor besarnya memori juga sangat penting. Apalagi kalo menggunakan OS Windows yang rakus makan memori. Sebaiknya tentukan dulu akan digunakan sebagai apa laptop anda nantinya. berikut jenis2 laptop berdasarkan fungsinya :
* Ultra Portable : Untuk anda yang sangat mobile, Laptop Jenis ini biasanya berukuran kecil dan sangat tipis serta sangat ringan, memiliki layar maksimal 12 inchi. Prosesor yang digunakan adalah prosesor hemat listrik agar bisa digunakan selama mungkin. semisal intel Atom, Intel ULV atau AMD Neo. Daya tahan batere untuk laptop jenis ini sangat bagus, bisa mencapai lebih dari 7 jam beroperasi tanpa perlu colokan listrik. Tentu saja Performa atau kemampuan komputasi bukan merupakan fitur andalan laptop jenis ini. Perlu diingat, laptop jenis ini biasanya tidak dilengkapi dengan optical drive. Rentang harga pun bervariasi mulai dari 3 jutaan (intel atom) sampai belasan juta (intel core 2 duo ULV)
* Portable : Untuk penggunaan normal sehari-hari. Merupakan jenis laptop paling cocok untuk kebanyakan orang. Laptop Jenis ini merupakan laptop yang mendominasi pasar saat ini. Berukuran sedang dan memiliki layar antara 12 – 15 inch. Rentang harga bervariasi tergantung merek dan prosesor serta peripheral lainnya, mulai sekitar 4 jutaan, menggunakan Intel Celeron sampai yang termahal sekitar 10 jutaan, menggunakan Intel Core 2 Duo atau AMD Phenom. Daya Tahan batere terhitung standar antara 3-5 jam
* Desktop Replacement : Ditujukan untuk para Gamer, desainer grafis, ataupun pekerjaan2 lain yang membutuhkan kinerja diatas rata2. Laptop jenis Biasanya berukuran besar, berat, dan memiliki layar yang berukuran diatas 15 inchi. Ciri khas laptop jenis ini adalah terdapat Kartu VGA yang terpisah, tidak integrated. ini untuk menunjang kemampuan grafis yang memang dibutuhkan oleh laptop jenis ini. Prosesor yang digunakan hanyalah prosesor kelas atas semisal intel core 2 duo atau bahkan intel core 2 quad, sehingga membuat harga-nya menjadi sangat mahal. Rentang harga laptop jenis ini mulai dari 12 jutaan hingga puluhan juta rupiah.
2. Merek
Pemilihan merek merupakan hal yang sangat penting. Pada khasus Netbook, harga merk lokal berkisar 2,5 juta (baterai 3 cell) bandingkan dengan merk Acer / Samsung seharga 3 jutaan (baterai 6 cell yang tahan samapi 6-8 jam). Merek yang sudah terkenal seperti Toshiba, Acer, Sony, Samsung, Dell, HP dan lainnya biasanya mempunyai kualitas perakitan yang lebih baik dibandingakan rakitan lokal. Selain itu service center yang merata di seluruh Indonesia, atau setidaknya yang memiliki service center terdekat di kota anda. Ini penting untuk anda yg tinggal di luar kota2 besar seperti Jakarta atau Surabaya, jika suatu saat terdapat masalah atau kerusakan pada laptop anda.
3. Operating System
Sebagian besar Laptop yang dijual saat ini, kebanyakan menyertakan Microsoft Windows sebagai OS bawaan. Hal ini sebetulnya sangat merugikan konsumen . Anda sebagai konsumen tidak memiliki pilihan selain OS tersebut. Umumnya Laptop yang bundling sama windows selisih harga kisaran 300-500 ribu dibandingan tanpa OS. Lagian kalo beli bundling sama Windows biasanya partisi hard disk cuman 1 partisi aja. Kalo data kena virus pusing installnya.
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Januari 2012
Meningkatkan Performa / Kinerja Windows 7
Performa/kinerja Windows 7 bisa dipengaruhi hardware yang kurang support atau juga karena penginstalan Windows 7 yang sudah lama di PC/Laptop Anda. Untuk meningkatkan performa / kinerja Windows 7 ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan. Hal-hal yang bisa Anda lakukan seperti mematikan efek-efek visual, memilih kecepatan dan tampilan yang sesuai kemampuan prosesor atau memory komputer / notebook Anda.
Cara meningkatkan performa / kinerja Windows 7
* Mematikan efek visual
Dengan cara:
- Klik Start > Control Panel, pada search box, tulis Performance Information and Tools > pilih Performance Information and Tools.
- Pilih Adjust visual effects > klik tab Visual Effects > klik Adjust for best performance > OK. (Anda bisa memilih Let Windows choose what’s best for my computer, untuk tampilan yang pas)
* Matikan Service tidak penting
Service yang tidak perlukan, sebaiknya Anda nonaktifkan, ini dapat meningkatkan kecepatan booting. Untuk menonaktifkan service, bisa dengan menonaktifkan total (disable), atau secara setting manual.
Ini bisa Anda non-aktifkan (set manual):
- Application Experience
- Computer Browser
- Desktop Window Manager Session Manager (tanpa Efek Aero)
- Diagnostic Policy Service
- Distributed Link Tracking Client
- IP Helper
- Offline Files
- Portable Device Enumerator Service
- Print Spooler
- Protected Storage
- Remote Registry (untuk meningkatkan keamanan)
- Secondary Logon
- Security Center
- Server (Jika tidak perlu jaringan komputer)
- Tablet PC Input Service
- TCP/IP NetBIOS Helper
- Themes ( Anda pilih Classic Theme)
- Windows Error Reporting Service
- Windows Media Center Service Launcher
- Windows Search ( yang tak perlu fasilitas Search)
- Windows Time
Langkah menon-aktifkan Service (set ke manual):
- Masuk ke Control Panel > klik Administrative Tools > Services, atau klik Start > di kolom search ketikkan service.msc > Enter.
- Jika muncul konfirmasi dari UAC, pilih Continue, masukkan password administrator (jika diminta)
- Pada Service yang ingin Anda diubah statusnya > klik kanan > Properties.
- Set Service yang Anda inginkan menjadi Manual.
- OK, kemudian jalankan Reboot.
* Jumlah Core Prosesor disesuaikan
Untuk proses booting, Windows 7 hanya menggunakan satu macam Core.
- Klik Start, di kolom Run, ketikkan msconfig
- Klik tab Boot > Advanced
- Pilih ( 2, 4 atau 8 ) dan masukan jumlah Core prosesor
- OK > Apply, jalankan Reboot.
Demikian trik yang bisa Anda coba agar dapat meningkatkan performa / kinerja Windows 7 Anda, selamat mencoba.
Cara meningkatkan performa / kinerja Windows 7
* Mematikan efek visual
Dengan cara:
- Klik Start > Control Panel, pada search box, tulis Performance Information and Tools > pilih Performance Information and Tools.
- Pilih Adjust visual effects > klik tab Visual Effects > klik Adjust for best performance > OK. (Anda bisa memilih Let Windows choose what’s best for my computer, untuk tampilan yang pas)
* Matikan Service tidak penting
Service yang tidak perlukan, sebaiknya Anda nonaktifkan, ini dapat meningkatkan kecepatan booting. Untuk menonaktifkan service, bisa dengan menonaktifkan total (disable), atau secara setting manual.
Ini bisa Anda non-aktifkan (set manual):
- Application Experience
- Computer Browser
- Desktop Window Manager Session Manager (tanpa Efek Aero)
- Diagnostic Policy Service
- Distributed Link Tracking Client
- IP Helper
- Offline Files
- Portable Device Enumerator Service
- Print Spooler
- Protected Storage
- Remote Registry (untuk meningkatkan keamanan)
- Secondary Logon
- Security Center
- Server (Jika tidak perlu jaringan komputer)
- Tablet PC Input Service
- TCP/IP NetBIOS Helper
- Themes ( Anda pilih Classic Theme)
- Windows Error Reporting Service
- Windows Media Center Service Launcher
- Windows Search ( yang tak perlu fasilitas Search)
- Windows Time
Langkah menon-aktifkan Service (set ke manual):
- Masuk ke Control Panel > klik Administrative Tools > Services, atau klik Start > di kolom search ketikkan service.msc > Enter.
- Jika muncul konfirmasi dari UAC, pilih Continue, masukkan password administrator (jika diminta)
- Pada Service yang ingin Anda diubah statusnya > klik kanan > Properties.
- Set Service yang Anda inginkan menjadi Manual.
- OK, kemudian jalankan Reboot.
* Jumlah Core Prosesor disesuaikan
Untuk proses booting, Windows 7 hanya menggunakan satu macam Core.
- Klik Start, di kolom Run, ketikkan msconfig
- Klik tab Boot > Advanced
- Pilih ( 2, 4 atau 8 ) dan masukan jumlah Core prosesor
- OK > Apply, jalankan Reboot.
Demikian trik yang bisa Anda coba agar dapat meningkatkan performa / kinerja Windows 7 Anda, selamat mencoba.
Langganan:
Postingan (Atom)